Akarnya Akar

Perkenalkan nama beliau Iwan asli dari Cianjur, murah senyum, peduli dan baik hati.

Perkenalkan juga nama beliau Heri asli Kediri, ramah, pecinta burung, sering terdengar suaranya sebagai muadzin di masjid pesantren dan supel.

Beliau berdua adalah Chef atau penulis sering menyebut “akarnya akar” Pesantren Kampung Santri.

Salah satu ladang pahala yang menggiyurkan adalah sebagai tim perbekalan jihad.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللهِ فَقَدْ غَزَا ، وَمَنْ خَلَفَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا

“Siapasaja yang membantu perlengkapan orang yang berjihad di jalan Allah maka sungguh dia juga telah ikut berjihad, dan siapasaja yang membantu keluarga seorang yang berjihad di jalan Allah dengan suatu kebaikan maka dia juga telah ikut berjihad.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiyallahu’anhu)

Al-Imam Ath-Thobari rahimahullah berkata :

وفيه من الفقه أن كل من أعان مؤمنًا على عمل بر فللمعين عليه أجر مثل العامل

“Dan dalam hadits ini terdapat fiqh (pemahaman) bahwa setiap orang yang menolong seorang mukmin dalam melaksanakan satu amalan kebaikan maka orang yang menolong tersebut mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya.” (Syarhul Bukhari libnil Baththol, 5/51)

Beliau berdua adalah pahlawan bagi para penuntut ilmu di Pesantren Kampung Santri yang menyediakan perbekalan makanan dan minuman untuk para mujahidah ilmu agar lebih semangat ketika menghafal Al-Qur’an, belajar bahasa arab dan ilmu syar’i sesuai pemahaman salaf. Mereka berdua حفظهما الله mendapatkan pahala dari setiap kebaikan yang dilakukan oleh para penuntut ilmu di Pesantren Kampung Santri.

Seorang mukmin yang paham akan amal kebaikan mereka berdua akan iri akan pahala yang didapatkan oleh ke duanya. Disamping mereka berdua mengerjakan tugas yang mulia menyediakan makanan lezat nan bergizi bagi santri di Pesantren Kampung Santri, tak jarang juga para Asatidzah dan guru ikut kecipratan kebaikan mereka berdua dengan dikirimkan lauk-pauk atau makanan yang semisal dengan para penuntut ilmu.

Mereka berdua bangun dari tempat tidurnya biasanya lebih cepat dari kebanyakan manusia.

Betapa beruntungnya mereka berdua!.

Betapa banyak pahala yang diraih mereka berdua!.

Betapa mulianya tugas mereka berdua!.

Bahkan penulis sangat berterima kasih kepada mereka ketika awal datang ke Pesantren Kampung Santri, mereka berdua memuliakan keluarga kami dan tak jarang kami juga merepotkan mereka berdua dengan pinjam ini dan itu sampai kendaraanpun ditawarkan ke kami agar bisa menuju ke tempat untuk membeli sebuah kebutuhan.

Penulis dan keluarga kami beserta keluarga besar Pesantren Kampung Santri mengucapkan جزاهما الله خيرا كثيرا

Semoga Allah Ta’ala menjaga mereka berdua, keluarga, harta dan memberkahi setiap apa yang telah dikerjakan untuk kebaikan para penuntut ilmu. Âmîn

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

***

Disusun di Bumi Allah Pesantren Kampung Santri – Jumat, 4 Muharram 1442.

Penulis: Abu Salman Al-Kwasayni

Artikel: www.muslimberdikari.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: